April 07 2016 0comment
plt-gubri-hadir-sekaligus-penarikan-undian-tabungan-simpeda-bpd-nasional-se-indonesia

Nasabah Bankaltim Menangkan Hadiah Utama Panen Rejeki Bank BPD Periode Ke – 2

Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) pada tanggal 2April 2016 bertempat di Ballroom SKA CoEx Pekanbaru kembali  menggelar program customer rewardsyang dikemas dalam paket program Panen Rejeki Bank BPD.

Pekanbaru dipilih selain menawarkan pertumbuhan ekonomi yang sangat potensial juga menyimpan ragam potensi wisata baik alam maupun sejarah. Lebih dari itu, dengan memilih Pekanbaru diharapkan mampu menjadikan Simpeda sebagai tabungan pilihan masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya.

Perhelatan akbar berupa Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bank Riaukepri.Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 584 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang.

Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

Dalam perhelatan akbar kali ini, tampil sebagai pemenang hadiah Utama Undian Nasional tabungan Simpeda sebesar Rp 500 juta adalah nasabah Bankaltim.

“Kemudian untuk pemenang hadiah ke-2 sebanyak 4 pemenang masing-masing sebesar Rp 100 juta dimenangkan oleh nasabah Bank Sulselbar, Bank Sumut, Bank Jatim, dan Bank Riaukepri. Dan untuk 579 pemenang lainnya tersebar di BPD seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/4).

Dia mengungkapkan , Tabungan Simpeda BPD seluruh Indonesia dari tahun ke tahunnya terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Hal ini dapat kita lihat pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-2 Tahun XXV-2015 di Bukittinggi, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2014 berjumlah 6.979.114 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 39,10 triliun.

Kemudian pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-2 Tahun XXVI-2016 di Pekanbaru kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2015 berjumlah 7.200.883 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 44,26 triliun.

Kresno menyampaikan, sebagai event rutin yang dihelat setiap 6 bulan sekali dengan hadiah yang fantastis diharapkan Tabungan SIMPEDA milik BPD seluruh Indonesia ini terus diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, tuan rumah Panen Rejeki Bank BPD untuk periode selanjutnya adalah Bank Jatim.

Lebih lanjut Ketua Umum Asbanda menjelaskan , apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Bukittinggi sampai dengan di Pekanbaru, dari sisi penabung terjadi peningkatan sebesar 3,18% atau meningkat sebanyak 221.769 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 13,20% atau naik sebesar Rp 5,16 triliun.

“Dapat kami sampaikan di sini, bahwa yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Desember 2015 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp 10,52 triliun atau sebesar 23,76% dari Tabungan Simpeda Nasional.Sedangkan untuk Bank Riaukepri posisi Tabungan Simpeda pada bulan Desember 2015 sebanyak Rp 882,23 miliar atau 0,2% dari Tabungan Simpeda Nasional,” jelas Kresno .

Selain program customer reward yang secara rutin disuguhkan bagi nasabah Tabungan Simpeda dari Bank Pembangunan Daerah dari Aceh sampai Papua, Bank Pembangunan Daerah (BPD) secara terus menerus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabahnya.

Inovasi tersebut salah satunya melalui Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (asbanda), kini sedang mengembangkan solusi layanan BPD NET yang merupakan merupakan layananpayment switching, baik untuk transaksi berbasis kartu maupun transaksi berbasis non-kartu, disamping juga untuk solusi layanan back-end support.

Fitur layanan BPD NET antara lain; Solusi Layanan Interbank Switching seperti ATMSwitching&Mobile EDC, Solusi Layanan e-Channel seperti Web Teller, Internet Banking, Mobile Banking, Kiosk, Cash Management System, dan Financial Supply Chain Management System.

Selain itu juga layanan Branchless Banking dan BPD Card e-Money. Lebih dari itu BPD Net Online juga menawarkan solusi layanan Back-end Supporting seperti XBRL System, e-Learning System, serta Loan Origination System, serta Teller Online One BPD.

Terkait dengan pengembangan Tabungan Simpeda, Asbanda juga sedang berusaha mengembangkan sebuah layanan khusus bagi nasabah Simpeda berupa Simpeda Privillage yang nantinya akan memberi nilai lebih bagi para nasabah untuk dapat menikmati ragam fasilitas seperti fasilitas eksekutive lounge di Bandara dan lainnya.

Ragam inovasi di atas merupakan komitmen BPD untuk melakukan transformasi, dan hasil nyata dari keseriusan dalam transformasi BPD tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek kinerja BPD yang terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.

Per Desember 2015, aset BPD telah mencapai Rp 480,35 triliun atau meningkat sebesar 7,09% dibandingkan posisi Desember 2014 yang mencapai Rp 333,12 triliun atau menempati peringkat 4 dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, dan BCA.

Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

Sesuai dengan data Statistik Perbankan Indonesia, kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2015, posisi kredit BPD mencapai Rp 311,24 triliun atau meningkat sebesar 5,35% dibandingkan posisi Desember 2014 sebesar Rp 294,60 triliun.

Sementara Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2015 mencapai Rp 355,53 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 6,28% dibanding posisi Desember 2014 yang mencapai sebesar Rp 333,12 triliun.

“Dengan transformasi ini kita ingin menjadikan BPD ke depan mampu berkiprah lebih maksimal dan mampu menjadi “raja” di daerahnya sendiri sehingga dapat memenuhi seluruh harapan stakeholders.” Jelas Ketua Umum Asbanda itu.

adminwl

Write a Reply or Comment