PERHUMAS Terbitkan kembali Jurnal Public Relations Indonesia

logo-perhumas-ga-websiteJakarta, 17 November 2015 – Setelah lebih dari 8 tahun “istirahat”, Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS) Indonesia menerbitkan kembali Jurnal Public Relations Indonesia. Peluncuran edisi 3 volume 2, jurnal dilakukan pada hari pertama Konvensi Nasional Humas (KNH) 2015 yang akan dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara besok, 18 November 2015.

Kembalinya jurnal ini diharapkan menjadi semacam flashlight yang ikut mencerahkan dunia Kehumasan (PR) Indonesia. “Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang telah bekerja keras mengungkapkan beragam gagasan mereka,” kata Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., IAPR, Pemimpin Redaksi Jurnal Public Relations Indonesia.

PERHUMAS pernah terbit sebanyak dua edisi pada Juni dan November 2007. Pada Konvensi Nasional Humas (KNH) 2008 di Batam sebenarnya terbit kumpulan tulisan mengenai Nation Branding, namun dalam bentuk buku, bukan dalam format jurnal. Setelah sekitar delapan tahun berlalu, tuntutan dari para senior dan pengurus PERHUMAS menguat agar jurnal itu terbit kembali. Sewindu kemudian, berkat komitmen yang kuat dan kerjasama yang erat antara Pengelola Jurnal dan beberapa penulis, akhirnya jurnal ini hadir kembali di hadapan pembaca dengan menyajikan tujuh tulisan seputar Integrated Communication dan Public Relations di Era Digital.

Pada edisi kali ini, pembaca baik praktisi, akademisi, peminat dan penggiat public relations di Indonesia bisa menyimak paparan tujuh tulisan. Harapannya bisa memberikan inspirasi kepada pembaca mengenai dinamika dunia PR terkini.

Tulisan pertama mengenai perubahan paradigma, posisi dan peran para profesional PR untuk beradaptasi di era media baru. Tulisan kedua mengulas enam tahapan dalam integrasi komunikasi dan teori konvergensi simbolis untuk komunikasi terintegrasi 2.0 dalam perspektif manajemen strategis. Sementara tulisan ketiga membahas tentang integrasi komunikasi korporat dan komunikasi pemasaran dari segi konseptual dan contoh praktis di Indonesia yang menemukan delapan model kolaborasi.

Hasil riset terhadap 600 Chief Marketing Officer tentang kesiapan mereka beradaptasi menghadapi transformasi digital agar lebih dekat dan dipercaya pelanggan bisa diikuti pada tulisan keempat. Implikasi hasil riset ini menuntuk kesiapan para Chief Communication Officer untuk melakukan evaluasi dan mengembangkan kemampuan insan PR dan membuat cetak biru Digital PR.

Dua tulisan membahas tentang Government PR (GPR), yakni artikel kelima yang memaparkan kompleksitas GPR yang masih berbenah untuk membangun citra pemerintah di mata masyarakat, sementara tuntutan untuk berkampanye membangun citra dan reputasi bangsa tak bisa ditunda lagi. Selain itu, tulisan keenam membahas studi kasus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) sebagai perdebatan peran GPR antara sikap bijak dan proaktif dalam mewarnai proses pengambilan kebijakan publik.

Tulisan terakhir mengulas buku mengenai manajemen isu dan krisis, serta upaya-upaya untuk meminimalkan risiko reputasi. Kita bisa mencermati perubahan kehidupan dan gaya kerja para jurnalis dan pelaku PR dalam beradaptasi dengan perubahan radikal media baru.

PERHUMAS yang peduli terhadap peran Public Relations di Indonesia menghelat acara Konvensi Nasional Humas Indonesia dengan tema “Public Relations Journey: The Sustainable Path To Trust & Reputation” dan Jakarta menjadi tuan rumah tahun ini pada tanggal 18 – 20 November 2015, di Hotel Sari Pan Pacific.

Tentang PERHUMAS :

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia – PERHUMAS adalah organisasi profesi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972. PERHUMAS secara resmi telah tercatat di KEMENDAGRI sebagai organisasi nasional kehumasan di Indonesia dan pada International Public Relation Association IPRA yang berkedudukan di London. PERHUMAS bertujuan meningkatkan keterampilan professional, memperluas dan memperdalam pengetahuan, meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman antara anggota serta berhubungan dengan organisasi serumpun di dalam dan luar negeri, Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, seperti penerbitan bulletin, buku dan jurnal, Badan Pengurus Pusat berkedudukan di Jakarta dengan cabang-cabang yang tersebar hampir di 29 BPC diseluruh Indonesia. www.perhumas.or.id

adminwl

Write a Reply or Comment